Banyak orang yang mengatakan “kamu akan baik-baik saja” walau saya tahu sebenarnya, bahwa mereka tidak menenangkan saya, itu hanyalah suatu kalimat palsu yang dikeluarkan saat tiada lagi kata-kata untuk diekspresikan dan telinga saya terlalu lelah untuk mendegar kalimat itu berulang-ulang.
Dan saya benci ketika orang menyebutkan “aku akan ada di sisimu” karena itu hanyalah harapan palsu. Pada kenyataannya, saya selalu sendiri dan semua orang larut dalam perkara dan ego nya masing-masing.
Kemudian mereka akan mengatakan “ceritakanlah masalahmu padaku”, pada akhirnya saya tahu, mereka bukanlah sebuah penyelesaian, tapi mereka adalah penderitaan lain yang saya ciptakan sendiri. Karena masalah itu tidak berhenti, malah merambat ke individu sekitarnya.
Selanjutnya mereka akan bilang, “sabar ya, semua pasti akan ada jalan keluarnya”. Mungkin saya terlalu bodoh untuk menemukan jalan keluar dari segala komplikasi persoalan yang saya hadapi, tapi saya akan lebih bodoh lagi untuk percaya kalau dengan terus bersabar, jalan keluar akan datang dengan sendirinya.
Terakhir akan dikatakan “maaf, saya hanya bisa membantu sampai disini”. Baiklah, terima kasih. Anda sangat membantu, tapi terkadang yang saya butuhkan dalam menyelesaikan masalah bukanlah jalan keluar, ataupun kata-kata manis yang menenangkan. Saya hanya membutuhkan pengertian dari seseorang yang benar-benar bisa disebut SAHABAT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar